MAUPONGGOnews;
Suasana latihan sore tim futsal dan bola voli SMAN 1 Mauponggo pada Senin (13/9/2026) terasa berbeda. Sekitar pukul 19.30 WITA, rombongan Anggota DPRD Provinsi NTT bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTT menginjakkan kaki di sekolah tersebut dalam agenda kunjungan kemanusiaan pascabencana gempa bumi.
Momen ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi SMAN 1 Mauponggo. Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Mauponggo menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan rombongan. Ia mengungkapkan bahwa sejak sekolah ini didirikan 30 tahun lalu, baru kali ini ada Anggota DPRD Provinsi NTT yang berkunjung secara langsung.
Di hadapan rombongan, Kepala Sekolah memaparkan kondisi terkini pascadampak gempa bumi yang menimpa sekolah. Sejumlah sarana dan prasarana vital mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi dapat digunakan, meliputi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan ruang perpustakaan. Tak hanya itu, sebanyak 17 unit komputer di laboratorium rusak berat akibat jatuh terhentak ke lantai. Kerusakan perangkat peranti keras ini menjadi kendala krusial mengingat sekolah tengah bersiap menghadapi Tes Kemampuan Akademik berbasis komputer.
“Kami sangat memohon perhatian dan perbantuan dari pihak pemerintah daerah maupun legislatif untuk membantu memulihkan fasilitas serta perangkat pembelajaran yang rusak ini,” harap Kepala Sekolah.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT, Anggela Marici Piwung, menyampaikan rasa prihatin sekaligus komitmennya untuk mengawal pemulihan infrastruktur SMAN 1 Mauponggo.
“Kunjungan ke Mauponggo ini merupakan titik terakhir kami hari ini setelah melintasi Nangaroro, Keo Tengah, dan Boawae, sebelum besok berlanjut ke wilayah Aesesa,” ujar Anggela.
Atas nama Penjabat/Gubernur NTT serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Anggela meresmikan penyerahan bantuan tanggap darurat berupa beras, mie instan, air mineral, selimut, terpal, hingga tikar. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban para siswa, guru, dan keluarga yang terdampak bencana.

Selain mengimbau agar proses kegiatan belajar-mengajar sementara digeser ke skema outdoor (pembelajaran di luar kelas) demi keselamatan peserta didik, Anggela berjanji akan menjembatani aspirasi sekolah ke tingkat dinas dan badan pengelola aset.
“Saya akan berkoordinasi dengan pihak pengelola aset untuk segera melakukan penilaian kerusakan aset sekolah, sehingga SMAN 1 Mauponggo bisa diprioritaskan mendapat bantuan revitalisasi bangunan dari pemerintah,” tegasnya.
Kunjungan kemanusiaan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas PPO NTT Maksi Milan, Pengawas SMA Kabupaten Nagekeo Geradus Satu, pengurus Komite Sekolah, tokoh masyarakat, para guru, serta pengurus OSIS. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi singkat dan makan malam bersama di area pelataran halaman SMAN 1 Mauponggo.