MAUPONGGO, NTT – Guna menyukseskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa, lembaga pendidikan SMAN 1 Mauponggo menggelar kegiatan workshop “Berbagi Praktik Baik” pada Kamis (23/07/2026). Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Maukeli dan menghadirkan deretan narasumber hebat dari SMA Swasta Regina Pacis (Recis) Bajawa.
Langkah SMAN 1 Mauponggo menggandeng SMA Recis Bajawa bukanlah tanpa alasan. Sekolah swasta ternama tersebut dikenal memiliki segudang prestasi gemilang, salah satunya berhasil meraih rata-rata nilai tertinggi pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025 lalu. Rekor inilah yang diharapkan mampu menular dan memberi angin segar bagi peningkatan mutu kelulusan di SMAN 1 Mauponggo.

Di acara pembukaan, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Wakasek Kurikulum SMAN 1 Mauponggo, Sutarmin Daeng, S.Pd menegaskan pentingnya keterbukaan sikap dari para pendidik. Menurutnya, mutu pembelajaran tidak akan berubah jika guru memilih jalan di tempat.
“Sebagai guru, kita harus meninggalkan ego kita. Kita harus bisa membuka diri dan belajar berbagi dengan rekan-rekan guru yang berprestasi. Karena sejatinya, guru harus terus mengasah dan meng-upgrade diri untuk meningkatkan mutu serta kualitas pembelajaran,” ujar Sutarmin dalam sambutannya.
Ketua Tim Narasumber dari SMA Recis Bajawa, Lusia Yasinta Meme, M.Pd menyambut baik antusiasme luar biasa dari para guru SMAN 1 Mauponggo. Dalam pemaparannya, Lusia menekankan bahwa keberhasilan menembus target TKA tidak bisa diraih dengan cara-cara yang biasa.
“Kolaborasi dan strategi harus dikombinasikan untuk memenangkan TKA. Namun, itu semua selalu berawal dari empat sikap dasar kita sebagai guru, yakni: Totalitas, Loyalitas, Komitmen, dan Konsisten,” ungkap Lusia dengan penuh semangat.
Jalannya kegiatan Berbagi Praktik Baik ini berlangsung sungguh menarik, interaktif, dan cair. Suasana diskusi yang hangat tidak terlepas dari peran sang moderator keren, Ibu Nur Asfur, yang sangat piawai menghidupkan suasana sepanjang hari.
Seluruh bapak/ibu guru dan tenaga pendidik SMAN 1 Mauponggo hadir penuh dan terlibat aktif. Demi efektivitas materi, para peserta dibagi ke dalam 5 kelompok bimbingan intensif yang dipandu langsung oleh para pakar di bidangnya masing-masing, antara lain: Kelompok Bahasa Indonesia: Bersama Ibu Lusia Yasinta Meme, M.Pd; Kelompok Matematika: Bersama Ibu Maria Yustina Naga, M.Pd; Kelompok Bahasa Inggris: Bersama Ibu Angela Marici Moi, M.Pd; Kelompok Fisika: Bersama Ibu Maria Yosefina T.B. Rinu, S.Pd; dan Kelompok PKN: Bersama Ibu Maria Margareta B. Wae, S.Pd.
Kepala Sekolah Wajibkan Follow-Up, Siap Anggarkan Penguatan Jaringan
Di akhir kegiatan, Kepala SMAN 1 Mauponggo memberikan penegasan yang kuat dan penuh komitmen. Beliau menyatakan bahwa hasil dari kegiatan hari ini tidak boleh hanya menjadi dokumen di atas kertas, melainkan wajib ditindaklanjuti secara nyata di kelas.
“Kegiatan hari ini wajib di-follow up, dan saya sendiri yang akan melakukan supervisi secara intens. Memang kita saat ini mengalami kendala di jaringan (internet). Untuk itu, demi memenangkan TKA ini, kita perlu menganggarkan penguatan jaringan pada perubahan RKAS BOS tahun 2026 ini,” tegas Kepala SMAN 1 Mauponggo.
Menutup arahannya, Kepala SMAN 1 Mauponggo juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kepala SMA Katolik Regina Pacis Bajawa beserta tim yang telah meluangkan waktu untuk berkolaborasi. Beliau berharap agar kerja sama yang positif ini terus berlanjut ke depan.
“Terima kasih untuk Kepala SMA Regina Pacis Bajawa yang sudah bersedia berkolaborasi bersama kami. Kami mengharapkan kerja sama yang positif ini tidak berhenti di sini saja. Kita harus terus bekerja sama demi kepentingan masa depan generasi kita,” pungkasnya optimis.
by : Lodofikus Raga Muja
Humas SMAN 1 Mauponggo
