
MAUPONGGO, 1 JUNI 2026 , Suasana khidmat bercampur semarak menyelimuti Lapangan Serba Guna SMAN 1 Mauponggo pada Senin pagi. Lembaga pendidikan ini sukses menggelar Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan nuansa yang begitu memukau dan penuh makna.
Ada yang berbeda pada upacara kali ini. Seluruh peserta upacara tampak anggun dan gagah mengenakan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberagaman motif tenun ikat yang dikenakan oleh para guru, pegawai, dan siswa seolah menjadi refleksi nyata dari indahnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika di tanah Flobamora.
Rangkaian apel berjalan begitu apik dan tertib. Pengurus OSIS SMAN 1 Mauponggo yang dipercayakan sebagai petugas upacara berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat profesional dan penuh tanggung jawab. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala SMAN 1 Mauponggo memimpin jalannya apel dengan khidmat. Dalam amanat tertulis Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi NTT yang dibacakannya, Yohanes Paulus Taa Paja menegaskan betapa krusialnya menjaga marwah dasar negara.
“Sangat penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk terus memperkokoh Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan fondasi hidup dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Kadis P dan K dalam amanat tertulisnya.
Setelah ketegangan upacara usai, suasana lapangan serba guna seketika berubah menjadi haru dan ceria. Pengurus OSIS SMAN 1 Mauponggo rupanya telah menyiapkan surprise atau kejutan spesial. Sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin dibawa ke tengah lapangan untuk merayakan hari ulang tahun Kepala SMAN 1 Mauponggo. Aksi tiup lilin dan pemotongan kue yang disponsori langsung oleh pengurus OSIS ini spontaneous memicu riuh tepuk tangan dan ucapan selamat dari seluruh keluarga besar sekolah.
Tidak berhenti di situ, kemeriahan berlanjut dengan diadakannya aneka games edukatif. Dipandu dengan lincah oleh pengurus OSIS—Clara, Artan, Marni, dan Chelsi, permainan ini berhasil memantik tawa sekaligus mengasah kekompakan para siswa.
Ketua OSIS SMAN 1 Mauponggo, Marni Mali, mengungkapkan bahwa konsep acara ini sengaja dirancang agar esensi Pancasila bisa diterima dengan cara yang menyenangkan.
“Hari Lahir Pancasila ini perlu kita rayakan secara gembira. Melalui keseruan hari ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai dasar Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari lingkungan sekolah kita sendiri,” ujar Marni dengan semangat.
Perpaduan antara khidmatnya upacara adat, kehangatan keluarga sekolah, dan edukasi kreatif lewat games menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di SMAN 1 Mauponggo ini sebagai momen yang tidak hanya keren, tetapi juga membekas di hati.
by; Lody Radja Muda